Recent Posts
Posts Are Coming Soon
Stay tuned...
Featured Posts

Pengendalian Kebisingan : Penahan Bising vs Penyerap Bising

Edisi Juli 2016


Penggunaan frasa “penahan bising” dan “penyerap bising” dalam sub-judul di atas adalah frasa yang dipilih penulis untuk istilah dalam bahasa Ingris sebagai “noise blocking” dan “noise absorption”. Dua istilah ini sering kali dianggap sama dalam urusan penanganan kebisingan. Padahal, keduanya memiliki makna dan tujuan yang berbeda. Dengan memahami pengertian dari masing-masing istilah tersebut, maka kita akan menghemat waktu, biaya, dan tenaga dalam memilih material yang akan kita gunakan untuk tujuan yang kita inginkan. Penahan bising berhubungan dengan upaya untuk mencegah suara memasuki atau keluar dari suatu ruangan atau bangunan. Inilah prinsip yang sebenarnya terjadi pada material kedap suara (soundproofing materials).


Beberapa contoh aplikasi penahan bising yang akan memperjelas pemahaman kita tentang hal ini:

  • Anda tidak menginginkan suara musik dari kamar kos atau apartemen tetangga Anda terdengar di dalam kamar Anda.

  • Anda tidak ingin membuat orang di luar studio mini Anda terganggu ketika Anda memainkan alat musik di dalam studio mini.

  • Anda ingin suara bising kendaraan di jalan dekat rumah Anda tidak masuk ke dalam rumah.


Untuk beberapa contoh situasi di atas, mengindikasikan Anda memerlukan material atau sistem yang dapat diaplikasikan untuk “menahan” suara yang tidak diinginkan di area tertentu dengan menggunakan soundblocker.


Agak berbeda ketika Anda dihadapkan pada suatu keadaan misalnya:

  • Anda ingin menghilangkan suara gema pada lorong sebuah bangunan sehingga terdengar lebih lembut dan natural; atau

  • Ruang auditorium yang menimbulkan gaung ketika peralatan audio digunakan sehingga suara pembicara tidak terdengar jelas bagi semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut dan Anda ingin mengatasinya; atau

  • Anda perlu mengurangi pantulan suara di studio rekaman, sehingga suara penyanyi terdengar lebih jelas dan baik.


Contoh situasi di atas adalah saat dimana Anda perlu memikirkan untuk mengaplikasikan teknologi penyerapan suara (sound absorption). Yakni saat Anda bermaksud untuk mengurangi pantulan suara yang dapat menyebabkan munculnya gaung atau ekho. Upaya ini dikenal juga dengan istilah acoustic treatment.


Jika Anda sedang mencari material yang akan digunakan untuk meredam suara, Anda bisa menentukan apakah material yang sedang Anda pilih adalah material untuk tujuan menahan bising atau menyerap bising mengenali dengan penamaan pada label misalnya untuk penahan bising tertulis noise blocker, atau noise barrier, atau tertera bahan digunakan untuk mencegah transmisi suara. Sementara untuk penyerap bising biasanya tertera acoustic treatment atau acoustic conditioning, atau “for noise reduction”, absorpsi suara, atau diffusion of reflected sound, echoes, and reverberation.


Ada cara yang lebih baik dengan mencermati data / informasi yang tertera pada lembar informasi produk. Misalnya, jika pada data spesifikasi tertera nomor STC (Sound Transmission Class), kurva transmission loss (TL), atau nilai indeks rata-rata pengurangan intensitas suara (weighted sound reduction index value), maka material tersebut telas diuji / dites sebagai material untuk penahan bising. Namun jika data / informasi yang tersedia pada lembar spesifikasi berbicara tentang NRC (noise reduction coefficient) atau koefisien penyerapan suara rata-rata (weighted sound absorption coefficient), maka material tersebut telah diuji sebagai material penyerap suara (sound absorbing material).


Dari sisi fisik material, noise blocking material biasanya lebih padat dan berat, sementara noise absorption material biasanya lebih ringan, lembut, dan berongga.Meskipun kedua teknologi di atas berbeda tujuan, namun pada kenyataannya mereka tidak selalu secara eksklusif berdiri sendiri. Sering kali keduanya diaplikasikan secara bersamaan. Misalnya:

  • Untuk tujuan kedap suara (soundproofing) – yang sejatinya meggunakan material penahan bising – bisa juga mengaplikasikan noise absorbing material untuk meningkatkan efektifitas. Untuk tujuan kedap suara ini, biasanya noise absorbing material diposisikan diantara (di dalam) panel noise blocker.

  • Demikian halnya untuk tujuan acoustic treatment – yang sejatinya peranan ini dilakukan oleh noise absorbing materials – penahan bising bisa juga dipadukan dengan material penyerap bising. Contoh aplikasi misalnya, Anda ingin menciptakan studio rekaman yang bebas gangguan dari suara luar dan juga bebas pantulan dari sumber suara di dalam studio, maka penahan bising dipasang pada dinding luar, sementara penyerap bising diaplikasikan pada dinding dalam studio.

Newsletter dapat diunduh di sini.

Newsletter_Pengendalian Kebisingan Penah
.
Download • 550KB

Follow Us
Search By Tags
Archive
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

PT. EKAKARSA ADVISINDO SUKSES
Your reliable partner to protect your most valuable assets

 

18 Office Park Lantai 22 Suite E, F & G
Jalan TB Simatupang Kav. 18
Jakarta Selatan

DKI Jakarta - Indonesia

Phone : +62 21 80641900

              +62 813 1882 9192

Fax      : +62 21 80641999


E-mail : info@easindo-sukses.com
URL     : www.easindo-sukses.com

Copyright 2017 - PT Ekakarsa Advisindo Sukses  - Terms of Use