Tips Hindari Keracunan Makanan Saat Lebaran

Edisi Juni 2016


Jika Anda ingat hampir di setiap tahun beberapa hari sesudah lebaran kita sering mendengar atau membaca berita adanya peningkatan kunjungan pasien ke rumah sakit atau puskesmas atau klinik-klinik disebabkan karena meningkatnya kasus keracunan makanan atau diare. Ini seperti sesuatu yang lazim menyertai pemberitaan tentang mudik dan lebaran. Nah, patut dicermati mengapa hal ini terjadi? Beberapa sumber mengatakan setidaknya ada tiga hal yang bisa menyebabkannya:

  • Banyaknya jenis makanan berkuah santan, pedas, dan berlemak yang cenderung lebih cepat basi. Batas waktu makanan disimpan di suhu ruangan adalah 4 jam untuk bisa dikonsumsi, jika lebih potensi kuman tumbuh. Lebih parah jika makanan telat dipanaskan dan bakteri sudah sempat mengeluarkan toksin (racun), maka meski dipanaskan, toksin tetap ada.

  • Perubahan pola makan secara drastis setelah sebulan berpuasa juga disinyalir bisa menyebabkan gangguan pencernaan akut.

  • Berkurangnya daya tahan tubuh karena kelelahan mempersiapkan perayaan Idul Fitri.

Untuk menghindarkan kita dan keluarga dari ancaman gangguan pencernaan saat merayakan lebaran, berikut tips-nya:

  • Atur porsi makan / kurangi konsumsi makanan berkuah santan, pedas, dan berlemak. Buat lebih bervariasi dengan mengkonsumsi sayur dan buah segar.

  • Kendalikan hasrat untuk makan banyak sebagai “balas dendam” setelah sebulan berpuasa.

  • Agar bisa lebih tahan lama, simpan makanan dalam lemari pemanas (hot holding kainet) atau dapat juga dipanaskan sebelum 4 jam. Hindari memanaskan makanan lebih dari 2 kali. Sehingga buatlah porsi makanan sesuai kebutuhan.

  • Hati-hati dalam membeli bahan makanan. Pastikan Anda mendapatkan bahan makanan segar, bersih, dan berkualitas.

  • Jangan simpan daging mentah bersamaan dengan makanan siap makan di dalam lemari pendingin tanpa pemisah.

  • Istirahat yang cukup.



Newsletter dapat diunduh di sini.

Newsletter_Tips Hindari Keracunan Makana
.
Download • 360KB

Featured Posts
Recent Posts