RISIKO GANGGUAN OTOT RANGKA (GOTRAK) SAAT BEKERJA DARI RUMAH

Edisi Mei-Juni 2020

Sebagian perusahaan di Indonesia mulai memberlakukan karyawannya untuk berkerja dari rumah sejak pertengahan Maret 2020. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian adalah posisi kerja pada saat menggunakan komputer (Display Screen Equipment/DSE) di rumah.

Ketika seseorang bekerja dari rumah, secara permanen atau sementara, sebagai pemberi kerja harus mempertimbangkan:

  • Bagaimana dapat tetap berhubungan dengan mereka?

  • Aktivitas kerja apa yang akan mereka lakukan (dan untuk berapa lama)?

  • Bisakah itu dilakukan dengan aman?

  • Apakah perlu menerapkan langkah-langkah pengendalian untuk melindunginya?

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kesehatan dari pekerjaan DSE:

  • Memberikan waktu istirahat (setidaknya 5 menit setiap jam) atau melakukan perubahan aktivitas;

  • Menghindari postur yang canggung dan statis dengan mengubah posisi secara teratur;

  • Bangun dan bergerak atau melakukan latihan peregangan;

  • Menghindari kelelahan mata dengan mengubah fokus atau berkedip dari waktu ke waktu.

Baru-baru ini Persatuan Ergonomi Indonesia (PEI) meneribatkan Panduan Ergonomi Working From Home. Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa 3 bahaya terbesar terkait dengan bekerja komputer adalah:

  1. Kursi yang tidak ergonomis;

  2. Posisi kerja yang salah;

  3. Duduk dalam jangka waktu yang lama.

Keluhan kesehatan terkait hal ini dapat berupa gotrak pada bahu, leher, pinggang bagian bawah; keluhan mata, carpal tunnel syndrome (CTS), serta kelelahan dan stres.


Sebagian besar kita tidak memiliki meja kerja yang ergonomis di rumah. Seringkali kita bekerja di sembarang tempat dengan posisi yang tidak baik bagi kesehatan kerja. Contoh posisi kerja yang salah :

  • Saat bekerja dengan laptop di atas meja, posisi tubuh membungkuk dan punggung bawah tidak tersangga.

  • Saat bekerja di sofa, posisi pergelangan tangan menekuk atau leher yang menekuk.

Beberapa tips praktis yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.


Untuk bekerja dalam durasi < 1 jam

Bisa dilakukan pada posisi duduk atau berdiri.

  • Untuk bekerja dengan posisi duduk di kursi/ sofa :

  • Pilih kursi/ sofa yang mendukung sikap duduk tegak yang nyaman.

  • Jika ada meja, maka tempatkan laptop di meja, dan posisi pergelangan tangan lurus saat mengetik.

  • tambahkan buku/ laptop riser/ adjustable desk agar leher tidak menekuk.

  • Gunakan handuk gulung atau bantal untuk menopang punggung bagian bawah.

  • Miringkan layar laptop untuk mempertahankan postur netral.

  • Untuk bekerja dengan posisi berdiri, menggunakan prinsip yang sama.

Untuk bekerja dalam waktu yang lama > 1 jam

  • Hindari bekerja sambil duduk di atas kasur atau sofa dalam jangka panjang.

  • Pilih meja yang paling memadai (cukup luas dengan ruang di bawah kaki memadai).

  • Pilih kursi yang bisa memberikan support untuk punggung bawah.

  • Tambahkan bantalan jika diperlukan.

  • Gunakan keyboard dan mouse terpisah dengan laptop Anda.

  • Posisi pergelangan tangan tetap lurus saat mengetik.

  • Posisikan laptop Anda sehingga bagian atas layar sejajar dengan ketinggian mata Anda. Gunakan kotak atau beberapa buku untuk meninggikan laptop Anda atau pasang monitor terpisah jika ada.

Bekerja pada posisi statis dalam durasi lama berisiko terhadap cedera tulang dan otot. Peregangan dapat mengurangi risiko tersebut dan hanya membutuhkan waktu 5 -10 menit untuk melakukan tanpa berpindah dari tempat kerja. Peregangan dapat dilakukan dengan cara seperti gambar di bawah ini :



Sumber :

Panduan Ergonomi: Working From Home, Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI), 2020



Newsletter dapat diunduh di sini.

Newsletter_Risiko Gangguan Otot Rangka s
.
Download • 570KB

Featured Posts
Recent Posts