PANDUAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI TEMPAT DAN FASILITAS UMUM (TFU)

Edisi Maret - April 2020


Pada bulan Desember 2019, penyakit pernapasan baru yang disebut 2019 (COVID-19) terdeteksi di Cina. COVID-19 disebabkan oleh virus (SARS-CoV-2) yang merupakan bagian dari keluarga besar virus yang disebut . Tanda-tanda umum infeksi termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernapas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian.


Virus ini diperkirakan dapat menyebar melalui manusia, yaitu kontak langsung dengan orang yang terinfeksi pada jarak 1 (satu) meter atau melalui droplet orang yang terinfeksi pada saat batuk atau bersin. Droplet dapat terhirup langsung melalui hidung atau mulut, atau dapat menempel pada permukaan atau benda. Orang dapat tertular COVID-19 jika menyentuh permukaan atau benda yang terkena droplet, kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata, tetapi ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.


Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi diantaranya mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur dengan saksama. Hindari kontak dekat dengan siapapun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain itu, untuk mencegah penyebaran COVID-19 akibat droplet yang menempel pada permukaan perlu dilakukan desinfeksi lingkungan.

Kementerian Kesehatan RI membuat Panduan Pencegahan Penularan COVID-19 di Tempat dan Fasilitas Umum yang bisa diunduh.

Pada panduan ini juga diberikan mengenai desinfeksi (halaman 11 sampai dengan 15).

Disamping itu, beberapa protokol yang juga dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah sebagai berikut :

Berikut adalah tautan terkait COVID-19 :

http://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html

http://www.who.int/health-topics/coronavirus

https://www.kemkes.go.id/article/view/20012900002/Kesiapsiagaan-menghadapi-Infeksi-Novel-Coronavirus.html

https://www.kemkes.go.id/article/view/20031700001/Dokumen-Resmi-dan-Protokol-Penanganan-COVID-19.html

https://www.covid19.go.id/

http://covid19.bnpb.go.id/

https://www.info.gov.hk/info/sars/en/useofbleach.htm

https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/20200318_23/

https://www.osha.gov/Publications/OSHA3990.pdf


CARA MENGURANGI RISIKO PENULARAN COVID-19


Cara terbaik mencegah adalah tidak terpapar virus corona. Kebanyakan orang tertular langsung akibat menghirup percikan batuk atau napas orang sakit. Orang juga bisa tertular virus karena menyentuh permukaan benda yang tercemar percikan batuk atau napas orang sakit. Para ahli mengatakan virus corona dapat hidup di permukaan benda selama beberapa jam sampai beberapa hari dan karena itu, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir menjadi sangat penting.

Tips Kebersihan

  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik dan ingatkan anak untuk mencuci tangan pakai sabun secara benar. (Gunakan cara mudah mengukur durasi 20 detik, semisal menyanyi lagu Selamat Ulang Tahun 2x)

  2. Cuci tangan pakai sabun saat tiba di rumah, tempat kerja atau sekolah, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah menggunakan toilet.

  3. Gunakan cairan pembersih tangan (minimal 60% alkohol) bila sabun dan air mengalir tidak tersedia

  4. Tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat saat batuk atau bersin atau gunakan tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan.

  5. Jaga jarak paling sedikit 1 meter dengan orang. Jangan berada dekat orang yang tidak sehat

  6. Hindari menyentuh wajah karena mulut, hidung mata dapat menjadi pintu masuk virus.

Kurangi Kontak Langsung (Social Distancing)

Ketika orang-orang yang sakit COVID-19 tengah diisolasi tapi menyebarkan virus corona secara cepat ke wilayahnya melalui kontak jarak dekat, maka pola itu disebut sebagai penularan komunitas (community transmission). Semakin meluas penularan komunitas yang terjadi, maka tindakan tambahan perlu dilakukan, yaitu mengurangi kontak antara satu warga dengan warga lain di wilayah itu (social distancing atau di sini akan disebut sebagai mengurangi kontak antarwarga).


Ajang yang mendatangkan keramaian seperti pertandingan bola, konser musik, acara keagamaan dan pertemuan besar sudah ditunda di mana-mana, di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lain.


Termasuk tindakan mengurangi kontak antarwarga adalah mengurangi kegiatan penyuluhan di tempat umum, menutup sekolah dan mengurangi penggunaan transportasi umum yang tidak penting.

Tindakan mengurangi kontak antarwarga dapat ditingkatkan ke tahap yang lebih tinggi dengan pertimbangan penyebaran yang semakin meluas dan dengan mempertimbangkan antara efektivitas dan dampaknya pada masyarakat. Bila penyebaran virus terjadi di lokasi tertentu, tindakan mengurangi kontak antarwarga pertama-tama dilakukan di lokasi-lokasi tersebut dan tidak langsung di tingkat nasional.

Berikut panduan para ahli :

  • Hindari pertemuan besar (lebih dari 10 orang)

  • Jangan pergi ke sarana kesehatan kecuali diperlukan. Bila Anda memiliki anggota keluarga atau kawan dirawat di rumah sakit, batasi pengunjung – terutama bila mereka anak-anak atau kelompok risiko tinggi (lanjut usia dan orang dengan penyakit yang dapat memperberat, misalnya gangguan jantung, diabetes dan penyakit kronis lainnya)

  • Orang berisiko tinggi sebaiknya tetap di rumah dan menghindari pertemuan atau kegiatan lain yang dapat membuatnya terpapar virus, termasuk melakukan perjalanan

  • Beri dukungan pada anggota keluarga (yang tidak tinggal di rumah Anda) ataupun tetangga yang terinfeksi tanpa harus bertemu langsung, misalnya melalui telepon ataupun WA.

  • Ikuti panduan resmi di wilayah Anda yang bisa saja merubah rutinitas termasuk kegiatan sekolah atau pekerjaan

  • Ikuti perkembangan informasi karena situasi dapat berubah dengan cepat sesuai perkembangan penyakit dan penyebarannya.

  • Ingat bahwa bila setiap orang melakukan apa yang harus dilakukan, kita semua dapat melalui ini semua dan kembali ke kehidupan normal.

  • Jika Anda mengalami gejala-gejala infeksi virus corona (COVID-19) buka tautan ini ke Sakit? Ambil tindakan


Sumber :

https://www.covid19.go.id/ketahui-cara-mengurangi-risiko/


PEMBUATAN HAND SANITIZER

Bahan-bahan :

  1. Etanol 96%

  2. Gliserol 98%

  3. Hidrogen Peroksida 3%

  4. Air steril atau Aquadest

Alat :

  1. Gelas ukur 1000 mL

  2. Becker glass

  3. Gelas ukur 50 mL

  4. Gelas ukur 25 mL

  5. Batang pengaduk

  6. Botol kaca

Prosedur :

  1. Sejumlah 833 mL etanol 96% dimasukkan ke dalam gelas ukur 1000 mL.

  2. Tambahkan 41,7 mL hidrogen peroksida 3% ke dalam gelas ukur berisi etanol tersebut.

  3. Selanjutnya tambahkan 14,5 mL gliserol 98% menggunakan gelas ukur, dan pastikan sisa gliserol tidak tertinggal dengan cara membilasnya dengan air.

  4. Tambahkan air hingga 1000 mL, aduk hingga homogen.

  5. Pindahkan campuran ke dalam botol kaca bersih.

  6. Simpan selama 72 jam untuk memastikan tidak ada kontaminasi organisme dari wadah botol.

  7. Hand sanitizer siap digunakan.

Sumber :

http://www.who.int/gpsc/5may/Guide_Local_Production.pdf



Newsletter dapat diunduh di sini.

Newsletter_Panduan Pencegahan Penularan
.
Download • 663KB

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

PT. EKAKARSA ADVISINDO SUKSES
Your reliable partner to protect your most valuable assets

 

18 Office Park Lantai 22 Suite E, F & G
Jalan TB Simatupang Kav. 18
Jakarta Selatan

DKI Jakarta - Indonesia

Phone : +62 21 80641900

              +62 813 1882 9192

Fax      : +62 21 80641999


E-mail : info@easindo-sukses.com
URL     : www.easindo-sukses.com

Copyright 2017 - PT Ekakarsa Advisindo Sukses  - Terms of Use